Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Praktis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Praktis. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2018

Katolik vs Protestan

*"Mengenal Perbedaan teologi Katolik & Kristen"*

Sudah menjadi rahasia umum bahwa cukup banyak umat Katolik menyeberang ke gereja Kristen. Inilah beberapa alasan yg sering muncul:

"'biar tidak apa-apa, kan masih dalam nama Yesus'"
Saya lebih bisa meresapi firman Tuhan di gereja Kristen
Beberapa katakumen ingin cepat dibaptis, tak mau belajar katakumen yg lama.
Teman-teman mengajak saya ke gereja mrk, toh sama saja katanya.

Benarkah hal-hal tsb? Apakah gereja Katolik dan gereja Kristen itu sama saja? Kalau berbeda, di mana letak perbedaannya?  Sekilas memang tampak sama antara keduanya. Tapi kalau kita cermati lebih jauh, keduanya sungguh ada banyak perbedaan. Sering kali mrk yg mudah terbawa ke gereja Kristen, mengalami kurangnya penghayatan akan iman Gereja Katolik.

Berikut saya menuliskan ada 11 perbedaan mendasar Teologi Gereja Katolik dan Gereja Kristen.

1. Tiga pilar
Gereja Katolik berpegang kpd tiga pilar kebenaran: Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja, sedangkan gereja- gereja Kristen berpegang kpd Kitab Suci sebagai satu-satunya sumber kebenaran (Sola Scriptura).

Gereja Katolik tdk menolak bhw Kitab Suci adalah pilar kebenaran, namun Gereja Katolik tdk menganggap bhw satu-satunya pilar kebenaran hanyalah Kitab Suci.
Krn:
(b) Gereja lahir lebih dahulu sebelum Kitab Suci ada
(c) Dengan inspirasi Roh Kudus, Gereja-lah yg menentukan kitab-kitab mana yg layak dalam Kitab Suci,
(d) Sola Scriptura tanpa ada otoritas yg menentukan penafsiran yg benar, terbukti menghasilkan perpecahan gereja.

2. Konsep tentang otoritas

Gereja Katolik percaya bhw Kristus memberikan otoritas kpd Rasul Petrus (lih. Mat 16:16-19) dan penerusnya, yaitu para Paus dan Uskup, sebab Ia menghendaki agar Gereja bertahan sampai akhir zaman (lih. Mat 28:19-20); (lih. Mat 18:18; Yoh 20:21-23).

Krn Kristus sendiri yg memberikan otoritas kpd para Paus dan uskup, maka umat Katolik dengan kerendahan hati mentaati pengajaran yg diberikan oleh Magisterium Gereja – yg bersumber pada Kitab Suci dan Tradisi Suci.

Sebaliknya, gereja Kristen menganggap bahwa semua umat beriman mempunyai otoritas dan bertanggungjawab secara langsung kpd Kristus dan tdk perlu mentaati pengajaran dari siapapun. Sebagai akibatnya, ada 36.000 denominasi gereja kristen.

3. Konsep ekklesiologi

Satu hal mencolok yg memang berbeda adalah pemahaman konsep Gereja atau ekklesiologi. Bagi Gereja Katolik, Kristus mendirikan satu Gereja, yaitu Gereja Katolik (lih. Mat 16:16-19). Gereja Katolik inilah yg mjd Tubuh Mistik Kristus (Ef 1:23; Ef 5), yg mempunyai empat tanda - satu, kudus, katolik dan apostolik, serta mjd sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.

Sebaliknya bagi gereja Kristen, gereja dipandang hanya sebagai persatuan umat beriman yg percaya kepada Kristus, walaupun antar gereja mempunyai pengajaran yg berbeda-beda. Sebagai akibatnya Gereja Kristen terjadi banyak aliran seperti Mormon, Reform, Lutheran, Calvinis, Pentakosta dll.

4. Sakramen dan liturgi

Gereja Katolik mengenal adanya tujuh sakramen: Sakramen Pembaptisan, Ekaristi, Penguatan, Tobat, Perminyakan, Imamat & Perkawinan. Ke-tujuh sakramen ini diinstitusikan sendiri oleh Kristus sebagai cara-cara yg umum untuk menyalurkan rahmat-Nya kpd umat Allah.

Sedangkan gereja Kristen spt Lutheran hanya mengenal Sakramen Baptis dan Ekaristi (yg disebut Perjamuan Kudus), kadang termasuk juga Sakramen Tobat. Sakramen inipun mempunyai arti berbeda dengan apa yg dipercayai oleh Gereja Katolik. Mrk tdk mempercayai bhw baptisan adalah cara yg dipakai oleh Kristus  untuk menyelamatkan manusia. Dan Perjamuan Kudus juga hanya dianggap sebagai simbol, sedangkan Gereja Katolik mempercayai bahwa Kristus hadir secara nyata (Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan) dalam rupa roti dan anggur.

5. Konsep keselamatan

Bagi umat Katolik, keselamatan adalah merupakan anugerah Allah dan hal ini juga dipercayai oleh gereja-gereja non-Katolik. Namun, selain rahmat Allah, Kitab Suci juga mencatat hal-hal lain, seperti: pentingnya iman untuk keselamatan (lih. Ef 2:8), baptisan yg mjd syarat keselamatan (lih. Yoh 3:5), orang akan diadili menurut perbuatannya (Mat 16:27, 1Pet 1:17).

Dengan demikian, Gereja Katolik tidak mempercayai hanya iman saja (sola fide) dalam keselamatan seperti yg dipercayai oleh gereja-gereja non-Katolik, krn Kitab Suci secara keseluruhan memang tdk pernah mengatakan bhw hanya krn iman saja, kita diselamatkan. Bhw iman mjd syarat keselamatan (Ibr 11:6) adalah benar, namun bukan iman saja.

6. Maria dan para kudus

Kita semua dipanggil menjadi teman murid sekerja Kristus, apalagi Maria Bunda Allah, dan para kudus (lih. 1Kor 3:9). Gereja Katolik melihat bhw kematian tidaklah memisahkan orang-orang yg telah dibenarkan oleh Allah dengan umat Allah di dunia ini (lih. Rom 8:38-39).

Sedangkan gereja Kristen memandang bahwa orang-orang yg telah meninggal sama sekali terpisah dari umat Allah yg masih mengembara di dunia ini.

7. Bunda Maria sebagai Bunda Gereja

Yesus adalah Allah Immanuel yg telah dinubuatkan oleh para nabi , dan nubuat-nubuat ini tercantum dalam Perjanjian Lama. Di PL, yg ada adalah roti manna yg turun dari langit; di PB adalah Roti Hidup, Yesus yg turun dari surga. Di PL, yg ada tabut Perjanjian Lama berisi : 5 kitab Taurat Musa, roti manna, dua loh batu 10 Perintah Allah;
Di PB adalah Bunda Maria sebagai tabut Perjanjian Baru (Lih 11:19- 12:1-2 & KGK 2676), yg mengandung Yesus Kristus, Sang Sabda yg mjd Manusia, sang Roti Hidup yg turun dari surga.

8. Jumlah Alkitab

Alkitab dalam Katolik terdiri atas 73 kitab (termasuk deuterokanonika) sementara pada Kristen hanya Alkitab Protokanonika terdiri atas 66 kitab. Alkitab juga tdk bisa memuat semua kehidupan Yesus & para rasul (Yoh 21:25) sebab hidup dan ajaran Yesus diteruskan para rasul secara lisan (tradisi lisan). Di kemudian hari sebagian tradisi lisan ini ditulis dan mjd injil (tradisi tertulis).

Karena itu dalam ajaran imannya, selain mendasarkan diri pada Alkitab, Gereja Katolik juga memanfaatkan Tradisi lisan spt yg ditulis oleh para Bapa Gereja dan juga Magisterium (ajaran resmi Gereja/ Paus dalam hal iman dan susila). Jadi kalaupun dalam Alkitab tdk ada bahasan tentang kloning, bayi tabung dan kontrasepsi maka Gereja Katolik masih bisa memberikan ajaran moralnya secara jelas. 

9. Konsep 4 Sola
 
Martin Luther mengajarkan konsep 4 Sola:
Sola fide (hanya iman)
Sola scriptura (hanya kitab suci)
Sola gratia (hanya rahmat)
Sola signa (hanya tanda).

Sola Fide
Ajaran Kristen menekankan sola fide (hanya iman). Intinya: seseorang selamat semata-mata krn imannya akan Yesus Kristus (hanya mendasarkannya pada Rm 3:21-31). Ini menolak paham keselamatan sebagai hasil usaha manusia.

Gereja Katolik mengajarkan: selain iman akan Yesus Kristus seseorang juga mesti melakukan perbuatan baik dan cinta kasih. Perbuatan baik dan cinta kasih memang bukanlah syarat untuk diselamatkan tapi adalah bukti bahwa kita beriman akan Kristus. Kita harus menunjukkan iman kita dengan perbuatan kita bukan hanya dengan kata-kata atau sekedar keyakinan dalam hati. Kita dasarkan ini pada pernyataan: iman tanpa disertai perbuatan nyata pada hakekatnya adalah mati (Yak 2:17) 

Sola Scriptura
Sumber iman gereja Kristen adalah sola scriptura (hanya kitab suci). Setiap persoalan mesti dicarikan teks kitab suci-nya. Bila tdk ada maka tdk diakui sebagai ajaran iman Kristiani. Krn itu mereka hanya mengakui 2 sakramen (baptis dan perjamuan kudus).

Sola Gratia
Kristen mengajarkan bahwa dosa asal menyebabkan kodrat manusia hancur lebur shg tdk ada yg baik dalam diri manusia. Krnnya menurut mrk keselamatan semata-mata hanyalah berkat rahmat Tuhan.

Dalam ajaran iman Katolik dosa asal membuat kodrat manusia retak/ rusak sehingga masih dimungkinkan adanya sisi baik dalam diri manusia. Karenanya manusia masih mungkin berkehendak dan berbuat baik.  

Sola Signa
Ajaran Kristen mengajarkan bhw sakramen hanyalah tanda/ simbol dari rahmat Allah. Roti dalam perjamuan kudus menurut ajaran Kristen hanyalah sekedar simbol dari kehadiran Kristus.

Sedangkan dalam ajaran Katolik, Ekaristi roti itu memang sungguh-sungguh diubah menjadi Tubuh Kristus yang merupakan Misteri Iman Katolik. Jadi sekalipun disimpan dalam tabernakel hosti itu adalah sungguh Tubuh Tuhan Yesus sendiri. Karena itu kita memiliki kebiasaan berlutut ke arah tabernakel untuk menghormati Tubuh Tuhan Yesus yg ada di dalam tabernakel tsb.

10. Cara Menafsirkan Alkitab
Dalam Gereja Katolik, tafsiran alkitab hendaknya sesuai dengan tafsiran yg dilakukan oleh Magisterium Gereja.

Sedangkan Kalangan Kristen, cara menafsirkan Alkitab bisa dilakukan oleh siapapun dan semua orang secara bebas bisa menafsirkan dari sudut pandang yg mrk miliki. Cara para pemimpinnya menafsirkan Alkitab, mjd penyebab utama adanya kesimpulan yg berbeda-beda. Inilah yg membuat ajaran Kristen Protestan  terbagi mjd beberapa aliran denominasi spt Baptis (GBI), Advent, Pentakosta dll.

11. Api Penyucian (Purgatorium)

Api Penyucian atau ‘purgatorium’ adalah ‘tempat’/ proses kita disucikan. ‘Disucikan’ ya, bukan ‘dicuci’, oleh sebab itu disebut Api Penyucian (bukan Api Pencucian).

Hanya pada Gereja Katolik mengajarkan hal ini di dalam Katekismus Gereja Katolik # 1030-1032.
Tentang Api Penyucian adalah suatu kondisi yg dialami oleh orang-orang yg meninggal dalam keadaan rahmat dan dalam persahabatan dengan Tuhan, namun belum suci sepenuhnya, sehingga memerlukan proses pemurnian selanjutnya setelah Kematian adalah dengan bantuan Doa dan Misa EKaristi Kudus yang diberikan oleh Keluarga yg di tinggal.

Tetapi Kalangan Kristen mengalami kesulitan Mengerti tentang doktrin Api penyucian karena dua alasan utama:

Pertama, ketika Martin Luther menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Jerman pada tahun 1532, ia mengeluarkan tujuh Kitab dari Perjanjian Lama, termasuk kedua Kitab Makabe, di mana setidak-tidaknya pemurnian jiwa dinyatakan secara tersirat.

Kedua, John Calvin mengajarkan bahwa seseorang telah kehilangan kehendak bebas krn dosa asal dan bhw Tuhan telah menentukan sebelumnya apakah suatu jiwa akan diselamatkan atau dikutuk. Menurut Calvin, orang Kristen tdk membutuhkan api penyucian. Krn itu kalangan Kristen menolak api penyucian, ajaran yg sudah bertahan berabad-abad lamanya itu.

Demikian perbedaan teologis Gereja Katolik dan gereja Kristen. Harapan saya setelah kita mengetahui perbedaan ini, semakin menguatkan iman kita, sehingga kita umat Katolik semakin cinta dan setia kepada Gereja Katolik.
Dan semoga kita lebih bisa Menghargai saudara2 kita dari kalangan Kristen.

Dan jangan lupa berbagi pengetahuan kepada saudara, keluarga dan rekan-rekan anda, agar mereka juga memiliki Pemahaman tentang Gereja Katolik sebenarnya.🌹*

Sumber dari: Romo Yohanes Yyds Pr (copas dr WA)

Minggu, 29 Januari 2017

Falsafah hidup orang Jawa

Falsafah hidup orang jawa (ajaran budhi pekerti luhur)

1.Rame ing gawe,sepi ing pamrih, memayu hayuning bawono
 (giat bekerja,membantu dengan tanpa pamrih,memelihara alam semesta/ mengendalikan hawa nafsu)
 
2.Manungso sadermo nglakoni kadyo wayang umpamane
(manusia sekedar menjalani apa adanya seumpama wayang)

3.ati suci marganing rahayu.
(hati yang suci menjadi jalan keselamatan jiwa dan raga)

4.ngelmu kang nyata,karya reseping ati.
(ilmu yang sejati,membuat tenteram di hati)

5.ngudi laku utomo kanti sentoso ing budi.
(menghayati perilaku mulia,dengan berbudi pekerti luhur)

6.jer basuki mawa bea.
(setiap usaha memerlukan biaya)

7.olo lan becik dumunung ono awak'e dhewe
(kejahatan dan kebaikan terletak dalam dhiri pribadi)

8.sing sopo lali marang kabecik'ane liyan iku koyo kewan.
(siapa yang lupa akan amal baik/pertolongan orang lain itu laksana binatang)

9.titikane aluhur,alusing solah tingkah bahasane lan legawaning ati,darbe sifat berbudi bawalaksana.
(ciri orang mulia yakni,perbuatan dan sikap batinnya halus,mempunyai sikap wibawa serta luhur budi pekertinya)

10.ngunduh wohing pakarti.
(orang dapat menerima akibat dari ulahnya sendiri/karma)

11.ajining dhiri soko lathi lan budi
(berharganya dhiri pribadi seseorang,tergantung ucapan dan budhi pekertinya/akhlaknya)

12.sing sopo biso weruh sakdurunge winarah lan di akoni sepodho - podhoning tumitah iku kalebu utusaning pangeran.
(siapa yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi dan di akui sesama manusia,maka dia termasuk utusan tuhan)

13.sing sopo durung wikan anane jaman kalanggengan iku,ojo nganti ngaku janmo linuwih.
(siapa yang belum paham akan jaman ke abadian jangan pernah mengaku sebagai orang linuwih/orang yang di anugerahi kelebihan)

14.tentrem iku sarananing urip ono ndonyo.
(ketenteraman adalah sarana menjalani kehidupandi dunia)

15.yitna yuwana,lena kena.
(eling waspada akan selamat,yang lengah dan lalai akan celaka)

16.becik ketitik,olo ketoro.
(yang baik maupun yang jahat pasti akan terungkap juga)

17.dalane waskita saka niteni.
(cara agar menjadi awas adalah dengan jalan cermat dan teliti)

18.janmo tan keno kiniro koyo ngopo.
(manusia sulit di tebak seperti apa dan bagaimana)

19.tumrap wong lumuh lan keset iku prasasat wiso.
(bagi manusia,fakir dan malas bisa menjadi racun)

20.pangan kang ora biso ajur iku keno di araniwisa,jalaran mung bakal nuwuhake leloro.
(makanan yang tak dapat hancur juga dapat  dikatakan sebagai bisa/racun karena hanya akan menimbulkan penyakit)

21.klabang iku wisane ono ing sirah,kalajengking iku wisane ono ing buntut.nanging durjono wisane ono ing sakujuring badan.
(kelabang/lipan itu bisa/racunnya ada di kepala,sedangkan kalajengkig itu bisanya ada di ujung ekor,sedangkan orang yang durjana bisa racunya ada di sekujur badan)

22.tumrape wong linuwih tansah ngudi keslametaning liyan,metu soko atine dhewe.
(bagi orang linuwih selalu berusaha menjaga keselamatan untuk sesama,yang keluar dari niat suci)

23.pangucap iku biso dadi jalaran kabecik'an,pangucap iku ugo biso dadi dalaning pati,kasengsaran,pamitran.
(ucapan bisa menjadi sarana kebaikan,tetapi sebaliknya juga bisa menjadi sebab kematian dan kesengsaraan)

24.sing biso gawe mendem iku : rupo endah,bondho,darah luhur,lan enom umure.
(penyebab orang menjadi lupa dhiri adalah : gemerlap hidup,harta,kehormatan dan darah muda)

25.mulat saliro tansah eling lan waspodo.
(jadi orang itu harus senantiasa mawas dhiri,eling lan waspada)

26.sakbegja begjane kang lali iku luwih bejo kang eling klawan waspadha.
(seberuntung beruntungnya orang yag lupa dhiri,itu masih beruntung orang yang senantiasa eling lan waspada)

27.yen siro di becik'i liyan iku tulisen ing watu,supoyo ora ilang lan tansah kelingan.
yen siro gawe kabecik'an marang liyan iku tulisen ing lemah supoyo enggal ilang lan ora kelingan.
(jika kamu menerima kebaikan dari orang lain tulislah di batu,supaya tidak pernah hilang dari ingatan.
jika kamu berbuat baik kepada oang lain tulislah di tanah supaya lekas ilang dari ingatan)

28.orang linuwih iku biso nyumurupijaman kalanggengan tanpa ngalami pralaya dhisik.
(manusia linuwih dapat mengetahui adanya jaman keabadian tanpa harus mengalami matiterlebih dahulu)

29.sopo kang mung gelem ngakoni barang kang kasat mata wae,iku durung weruh jatining pangeran.
(siapa yang hanya mau mengakui hal - hal yang kasat mata saja,berarti orang itu belum mengetahui setinya TUHAN)

30.yen siro kasinungan ngelmu kang marak'ake akeh wong rumongso seneng,ojo siro malah rumongso pinter. menowo gusti mundhut bali ilmu kang marak'ake siro kaloko iku,siro ugo bakal koyo wong sejene.
(jika kamu mendapatkan suatu ilmu yang membuat orang lain merasa senng,janganlah kamu malah merasa pintar.jika tuhan mengambil kembali ilmu yang membuat anda terkenal itu anda akan menjadi seperti orang lain pada umumnya)

31.sing sopo gelem gawe senenge liyan iku bakal oleh piwales kang luwih gedhe tinimbang opo kang di tindhak'ake.
(barang siapa yang gemar membuat orang lain bahagia ,maka dia akan mendapat balasan yang lebih besar dari apa yang telah ia kerjakan)

32.Sabar iku ingaran mustikaning laku.
(Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yg sangat indah dalam sebuah kehidupan)

33.Sabar iku lire momot kuwat nandhang sakehing coba lan pandhadharaning ngaurip.
(Sabar itu merupakan sebuah kemampuan untuk menahan segala macam godaan dalam hidup, yg tentunya nanti bisa untuk mendewasakan diri kita masing-masing)

34.Jumbuh karo unine bebasan, sabar iku kuncining swarga, ateges marganing kamulyan
(Sama seperti bunyi sebuah peribahasa, berlaku sabar itu adalah “jalan utama” untuk mendapatkan “surga”. Yang dimaksud disini adalah ketentraman dan kedamaian dalam menjalani kehidupan)

35.Nanging ora ateges gampang pepes kentekan pengarep-arep
(Akan tetapi bukan berarti lalu kita gampang kehilangan pengharapan)
Suwalike malah kebak pengarep-arep lan kuwawa nampani apa bae kang gumelar ing salumahe jagad iki
(Justru sebaliknya kita harus menjalaninya dengan penuh pengharapan dan seolah-olah mampu untuk mendapatakan apa saja yang ada di dunia ini. Tentunya dengan disertai rasa mawas diri dan kepasrahan)

Tatacara Misa Gereja Katolik

Copas ini meskipun hasil seminar di KAJ, ada baiknya kita renungkan digereja kita.... _#share#_

Teman2... Ini saya bagikan hasil seminar Liturgi  oleh RD. Hieronimus Sridanto Aribowo Nataantaka, ketua Komisi Liturgi KAJ.

*TIDAK untuk diperdebatkan*...
Dan semoga  berguna bagi umat semua...

1. Masuk di bangku bisa berlutut, *bisa membungkuk 90° ke arah Tabernakel jika lampu merah menyala*.
Kalau mati tidak perlu.

2. Waktu Pastur membungkuk di depan altar *umat ikut membungkuk 90°*. Tapi jika Pastur mencium altar umat tdk perlu ikut membungkuk.

3. Jika bacaan diharap umat *tidak membaca tapi mendengarkan* dengan seksama

4. Waktu doa BAPA KAMI, *tidak usah bergandengan tangan* kecuali dalam kelompok kecil semua bisa bergandengan tangan.
Tangan boleh seperti berdoa. *Hanya pastor yg  tangannya membuka*...

5. Waktu salam damai *tidak perlu cipika cipiki*. Cukup bersalaman saja

6. Waktu Pastur mengangkat Hosti saat umat menjawab saya tdk pantas........ umat *jangan menunduk tapi melihat Hosti*.

7. Jika pulang umat *tidak perlu mengambil air suci lagi*,  langsung pulang saja karena baru mendapat berkat yang bisa dibawa pulang. Kalau ambil air suci diawal masuk untuk ingatkan kita akan baptisan yang sudah diterima, dan untuk bersihkan hati kita agar siap bertemu dengan  Tuhan

8. Tanda salib sebenarnya *hanya di awal dan diakhir misa* waktu Pastur yang memimpin.

Semoga bermanfaat 🙏🏻

Uitemate, teknik mengapung saat gempa

*UITEMATE*
(Teknik *mengapung* yg telah menyelamatkan banyak nyawa)


Bagi Anda yg tidak bisa berenang, atau melakukan aktivitas yg berhubungan dgn air yg dalam pasti selalui dihantui kekhawatiran. Jatuh ke dalam sungai atau laut tanpa memiliki kemampuan berenang akan menjadi mimpi buruk. Banyak kasus orang yang harus kehilangan nyawa karena tenggelam akibat tidak mampu berenang atau kelelahan.

Tapi tahukah Anda, data korban tenggelam yg tewas atau hilang di Jepang memiliki statistik yg agak aneh terkait usia korban. Menurut survei, sebanyak 803 orang tewas atau hilang tenggelam pada 2013. Lebih dari 47% berusia lebih dari 65 tahun, sementara sisanya kebanyakan berkisar antara usia lulus SMA hingga 65 tahun. Sedangkan anak-anak di bawah usia sekolah dasar hanya berjumlah 44 orang.

Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka meyakini *rendahnya korban tenggelam usia anak disebabkan karena banyak anak SD yg telah mengikuti pelatihan* *_“Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan Menunggu_*” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”.

Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang di permukaan dgn kondisi tersebut.

Pada 2008, di Kobe lima orang tenggelam di sungai Toga ketika hujan badai, *seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup dengan cara memeluk tas ranselnya*. Para ahli mengatakan, *seseorang dapat dgn mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya binatang berang-berang, dgn hanya memegang sesuatu seperti botol plastik kosong*.

Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, *murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate*. Saat gempa terjadi, mereka dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air tsunami yg masuk kedalam gedung dan air makin lama makin meninggi. Ketika bencana berlalu, para rewalan dibuat takjub saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yg tewas tenggelam. Seorang guru mengatakan *mereka selamat karena menggunakan teknik Uitemate untuk mengapung*. Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di Jepang. Profesor Hidetoshi Saito adalah orang yg mencetuskan ide ini. Ia mendapatkan ilham ketika melihat daun yg mengapung di air.

Saat seseorang jatuh ke dalam air, reaksi spontan adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang. Dengan spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong, *tangan yang mengarah ke atas pada saat orang tercebur atau berada di dalam air sebenarnya malah akan membuat korban menjadi semakin mudah tenggelam*. Menurut Prof. Saito, tindakan ini salah. *Tindakan yg harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung* dgn memakai teknik Uitemate dan tunggulah hingga bantuan datang.

Saat ini teknik Uitemate gencar dikampanyekan ke seluruh Dunia, terutama wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam satu setengah tahun, 40 instruktur telah dilatih dan 10.000 orang di Sri Lanka telah mendapatkan pelatihan Uitemate.

Berikut Teknik Uitemate yang dapat kita praktikkan dikutip dari duniaberbicara.com :

Untuk belajar teknik ini, berikut tips-tips yang bisa untuk Anda lakukan.
*Tenang dan santai*, apabila Anda telah terjun ke dalam air, hal yg pertama perlu untuk dilakukan adalah bersikap tenang. Jangan panik, panik hanya akan membuat anda semakin tenggelam.
*Rentangkan tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil merentangkan tangan dan kaki*. Kurangi gerakan-gerakan yg bisa membahayakan diri Anda.
*Pandangan menatap ke atas, untuk melancarkan sistem pernafasan Anda*, hal yang dilakukan pada teknik satu ini adalah wajah dan pandangan mata menatap ke atas kemudian bernafas seperti biasa.
*Teknik jika memakai sepatu, biarkan sepatu Anda terpasang*, berat sepatu tersebut akan bisa membantu mengapung.
*Botol kosong, jika ada botol kosong di dekat Anda gunakan botol kosong tersebut untuk didekap pada atas dada Anda*, hal ini akan semakin membantu proses mengapung.

Mulai sekarang Kita bersama Anak-anak kita bisa belajar menguasai teknik Uitemate ini.

Sumber: ajw.asahi.com,japantimes.co.jp,d[truncated by WhatsApp]..copas smoga bermanfaat


Katolik vs Protestan

*"Mengenal Perbedaan teologi Katolik & Kristen"* Sudah menjadi rahasia umum bahwa cukup banyak umat Katolik menyeberang ke ge...